Mudahnya Mencapai Usia 100 Tahun

Mencapai usia seabad atau 100 tahun ternyata tidak sesulit yang Anda kira. Sebuah riset terbaru menunjukkan, untuk menggapai usia seabad tidaklah membutuhkan upaya yang begitu keras, bahkan bagi pengidap penyakit jantung atau diabetes sekalipun.

“Sudah menjadi anggapan umum bahwa hidup hingga usia 100 tahun hanya bisa dilakukan oleh orang yang tak mengidap penyakit kronis,” ungkap Dr. William Hall dari University of Rochester seperti dikutip AP, Selasa (12/2).

Namun Hall memiliki sebuah teori yang dapat menjelaskan bagaimana orang bisa bertahan hingga usia seabad. Dalam sebuah editorial yang dimuat Archives of Internal Medicine, di mana riset ini dipublikasikan, ia menyatakan fenomena ini mungkin terjadi berkat peran para dokter mengatasi masalah kesehatan para lansia secara agresif, ketimbang menerapkan pendekatan “ageist” yang mengasumsikan bahwa mereka sudah tidak berguna.

Bukti yang menunjukkan bagaimana orang bisa mencapai usia seabad meskipun mengidap penyakit kronis terungkap dari riset para ahli dari Boston University. Mereka melakukan wawancara per telepon dan menggelar pemeriksaan kesehatan terhadap lebih dari 500 wanita dan 200 pria yang mencapai usia 100 tahun.

Peneliti menemukan, sekitar dua pertiga dari mereka terhindar dari penyakit yang berkaitan dengan penuaan. Sisanya, para lansia ini mengidap penyakit yang berkaitan penuaan sebelum mencapai 85 tahun, termasuk tekanan darah tinggi, demensia jantung atau diabetes. Namun fungsi-fungsi tubuh mereka juga masih normal, hampir sebaik rekan mereka yang terbebas dari penyakit penuaan.

Secara keseluruhan, pria lanjut usia ini memiliki fungsi tubuh lebih baik ketimbang wanita. Hampir tiga perempat pria lansia ini masih dapat melakukan aktivitas rutin seperti mandi dan berpakaian sendiri. Sementara di antara wanita lansia, hanya sepertiga saja yang masih mampu melakukannya.

Peneliti beranggapan bahwa hal ini mungkin disebabkan para pria dalam kondisi luar biasa saat mencapai usia 100 tahun. “Di lain pihak, wanita mungkin lebih baik dari segi fisik dan sosial, mampu bertahan dengan kondisi penyakit kronis dan kelumpuhan,” tulis pimpinan peneliti, Dr. Dellara Terry.

Rosa McGee adalah salah satu di antara wanita sehat dalam riset yang mampu mengatur diri menghindari penyakit kronis. Dengan usia mencapai 104, mantan koki dan penjahit ini juga memegang prinsip unik. “Gaya hidup saya adalah cantik. Saya tidak meminum obat, tidak merokok dan juga minum minuman keras. Tak pernah melakukan hal-hal seperti itu,” ungkap McGee.

McGee yang hidup seorang diri di Chicago, masih sering berjalan-jalan di sekitar apartemen dengan bantuan anak perempuannya. Ia juga mendapat perhatian dari penuh dari tenaga medis, di mana dokter dan perawat kerap mengunjunginya secara rutin. Faktor gen juga jelas memberikan kontribusi, karena nenek moyaknya juga hidup rata-rata usia 100-107.

Sementara itu sebuah riset besar kedua yang meneliti pria pada usia 70-an menemukan bahwa mereka yang menghindari merokok, obesitas, gaya hidup sedentari, diabetes, tekanan darah tinggi mampu memperbaiki kesempatan untuk mencapai usia 90-an.

Faktanya, mereka memiliki kesempatan 54 persen untuk hidup hingga usia tersebut. Peluang mereka untuk tetap hidup semakin menurun dengan masing-masing faktor risiko tersebut. Sedangkan yang memiliki semua fakto risiko hanya memiliki 4 persen saja kesempatan untuk hidup sampai usia 90, menurut peneliti dari Harvard University.

Mereka yang berupaya menghindari gaya hidup yang berhubungan dengan penyakit juga mengalami peningkatan peluang untuk memiliki fungsi fisik dan mental yang baik untuk selang dua dekade berikutnya.

Riset ini dilakukan dengan cara mengikuti perkembangan kesehatan 2,357 pria selama sekiar 25 tahun hingga mereka meinggal di mulai sejak usia 70-an. Sekitar 40 persen pria mampu bertahan hidup hingga 90 tahun. Di antara para pria ini, 24 persen tercatat tidak memiliki satu pun dari lima faktor risiko.

“Ini bukan hanya keberuntungan, bukan hanya genetika. Gaya hiduplah yang tampaknya membuat perbedaan besar. Ambil sepatu Anda, keluarlah dan lakukan olahraga. Ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan peluang untuk panjang usia,” ujar pimpinan peneliti Dr. Laurel Yates dari Brigham and Women’s Hospital di Harvard..

Yates berpesan tidak ada kata terlambat untuk mengadopsi gaya hidup sehat, meskipun temuan ini tidak menganjurkan untuk menunggu hingga usia 70 tahun untuk berhenti merokok, menurunkan berat badandan olahraga untuk meningkatkan peluang panjang umur.

Hall mencatat bahwa di AS sendiri terdapat lebih dari 55.000 orang berusia di atas 100 tahun, dan warga Amerika berusia 85 atau lebih adalah kelompok orang dewasa yang paling cepat berkembang di negara tersebut. Hal mengatakan riset baru ini menekankan betapa pentingnya bagi para dokter untuk menjadi cakap atau ahli dalam mengobati orang tertua dari para lansia ini.
sumber: kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: